Mager is Okay. Kamu Harus Lebih Menghargai Usahamu!😉

Sering kali kita mager di tengah-tengah kesibukan kita yang padat. Kenapa aku sering mager? Apa aku malas? Kurang berusaha? Atau kurang bersyukur?

Mungkin saja, tapi belum tentu begitu!

TL;DR

Catat kegiatan sehari-hari, cukupkan waktu tidur, lebih banyak apresiasi untuk diri sendiri, kurangi pendapat orang lain yang mengatur hidup kamu.

man in black t-shirt and blue denim jeans sitting on tree branch
Photo by Zhang Kenny on Unsplash

Kenapa kita sering mager di tengah-tengah kesibukan kita? Padahal kerjaan numpuk untuk diselesaikan. Memahami stigma mager yang sering menjadi halangan bagi kita untuk menjadi orang yang produktif.

Sebelumnya, apa sih mager itu?

Apa sih mager?🤔

Mager (kata kerja, v.)

1) males gerak.
2) malas melakukan sesuatu dan lebih memilih untuk diam atau rebahan.

Yap, mager merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan orang ketika banyak waktu luang atau saat hectic dengan pekerjaan yang terlalu banyak. Orang mager biasanya memilih untuk diam atau melakukan aktivitas lain untuk menghabiskan waktu seperti menonton film, stalking media sosial, dan hal-hal lainnya.

Sering kali sifat mager ini dilihat sebagai kekurangan dari seseorang, karena magernya seseorang biasanya disamakan dengan orang yang malas dan tidak punya motivasi hidup.

Tapi… Tidak semua kasus mager ini sama! Penulis melihat kondisi mager ini penyebabnya karena dua hal seperti dua sisi koin.

Kenapa Mager?💤

Bagi penulis, alasan mager itu ada dua:

  1. Waktu luang yang banyak dan tidak ada pekerjaan.
  2. Tidak ada waktu luang dan banyak pekerjaan.

Kenapa dua hal itu bisa sama-sama jadi alasan? Ingat, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Sama halnya untuk alokasi waktu kita baik untuk pekerjaan dan hiburan.

Kita tidak bisa terus-terusan fokus untuk bekerja dan tidak mengambil hiburan di sela-sela pekerjaan kita, karena kita pasti akan cepat bosan dan menyerah saat kita menjumpai kesulitan.

Sama halnya saat kita banyak waktu luang, jangan hanya dihabiskan untuk berdiam diri, tapi ada hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu hiburan kita yang bisa bermanfaat untuk kita, tanpa membuat kita menjadi terasa bekerja. Gimana caranya?

Mager karena Hectic Kerja😭

Pekerjaan merupakan salah satu alasan yang umum menjadi penyebab mager. Benar sekali, kalau kita perlu bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kita, sudah pasti kita akan lelah, bukan hanya lelah fisik tetapi juga lelah emosi.

man wearing white top using MacBook
Photo by Tim Gouw on Unsplash

Hal ini sangat penulis rasakan. Saat ini penulis masih seorang mahasiswa semester 5 dan juga menjadi asisten dosen, selain itu penulis juga sudah bekerja full time sebagai backend developer di salah satu perusahaan di daerah Jakarta secara remote.

Pada setiap hari kerja, penulis harus mengimbangi antara kuliah dan tugas, mengajar sebagai asisten praktikum, lomba dan proyek dosen, mengerjakan backlog kantor, menghadiri daily stand up, kontribusi ke proyek open source, dan menjaga blog ini hidup😁

Semua itu penulis lakukan setiap hari, bahkan terkadang hingga akhir pekan. Kadang penulis juga berpikir, banyak banget kerjaan, perasaan temen-temen pada santai aja. Iri banget bisa santai gitu.

Jangan terlalu banyak bekerja, sisihkan waktu untuk mager dan rebahan. Kamu perlu istirahat!

Akhirnya, penulis curi-curi waktu di sela-sela kesibukan untuk mager dan rebahan. Mager ini sangat wajar, karena kita sebagai makhluk sosial tidak bisa terus-menerus fokus pada satu kegiatan yang membutuhkan pikiran yang kuat. Kita perlu bersosialisasi dan beristirahat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Kalau kamu mahasiswa prodi Ilmu Komputer UNPAK, kamu akan bisa melihat penulis di laboratorium komputer tiduran, denger musik, atau ngegosip dengan teman-teman🤣. Well, I’m a human too, I also have a social life.

Mager karena Banyak Waktu Luang🥱

Nah ini merupakan alasan klasik kalau ditanya kenapa mager. Kadang kita punya banyak waktu luang, apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini. Semua aktivitas dilakukan di rumah, banyak pusat perbelanjaan dan hiburan ditutup, ingin ke luar rumah harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Serasa semua kehidupan sudah pindah ke rumah.

man lying on bench during daytime
Photo by Ömürden Cengiz on Unsplash

Saat mager di rumah, kita biasanya rebahan dengan cara nonton film/TV, stalking media sosial, buka video receh, atau hal-hal lain yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu dan membuat kita senang.

Hal ini sangat normal. Bahkan penulis pun sering melakukan ini. Penulis sangat suka maraton film, khususnya film seri seperti Doctor Who, The Good Doctor, dan Breaking Bad.

Tapi, ternyata dari hal-hal yang biasa kita lakukan saat rebahan, kita bisa mendapat manfaatnya juga, lho!

Rebahan, my dudes

Misalnya saat maraton film, penulis biasanya menggunakan subtitle bahasa Inggris. Tujuannya agar penulis bisa mendengar antara pengucapan kata dari pemain film tersebut. Dari sini penulis bisa nonton film sambil belajar pengucapan dalam bahasa Inggris. Win-win situation.

Meskipun begitu, tidak semua orang sependapat, karena kita ingin nonton film ya untuk hiburan, masa rebahan masih belajar juga? Well, you’re not wrong. Mindset kita tidak perlu untuk belajar, cukup kita nikmati. Lambat laun kita akan terbiasa dan bisa mengontrol diri sendiri.

Selain itu, penulis juga suka membaca artikel di Medium. Ada banyak artikel yang penulis suka di sana. Mulai dari pemrograman hingga lelucon ada di Medium. Sering membaca blog atau artikel juga akan menjadi nilai tambah untuk kamu, karena dengan membaca, apa pun topiknya kamu akan mendapat informasi baru yang mungkin akan bermanfaat untukmu di kemudian hari.

Rebahan pintar, asik tapi juga bermanfaat.

Rebahan merupakan salah satu jalan keluar kita untuk istirahat dan menenangkan diri dan seharusnya menyenangkan dan tidak menambah beban pikiran. Ingat! Kamu yang sepenuhnya mengontrol kegiatan kamu, pastikan pilihanmu itu yang terbaik buatmu.

Caranya Biar Ga Mager?😭

Penulis punya dua cara yang selalu dilakukan untuk menjaga motivasi dan semangat penulis. Dua diantaranya yaitu untuk menyimpan catatan kegiatan yang sudah dilakukan dan tidur yang cukup. What?

Catat Kegiatanmu!📝

Kadang kita mager karena kita sudah lelah dengan semua pekerjaan kita yang tidak kunjung selesai. Tapi, sering kali kita lupa untuk mengapresiasi diri kita sendiri untuk hal-hal yang sudah kita lakukan.

Kadang kita juga berpikir, “aku ngapain aja selama ini? mager mulu.”

Am I not good enough?

Kejadian ini sangat sering penulis alami. Hingga pernah membuat penulis hiatus dari berbagai kegiatan dan melakukan introspeksi diri. Ternyata, dalam waktu tersebut penulis memang sibuk dan mengerjakan banyak proyek, tetapi penulis tidak menyadari berapa banyak pekerjaan yang sudah diselesaikan (underestimate).

assorted stickers
Photo by Kyle Glenn on Unsplash

Baik itu tugas kuliah, pekerjaan di rumah, pekerjaan kantor, atau kegiatan kemahasiswaan, semua ketika kita ikut berkontribusi dan menyelesaikan tugas itu, kita perlu mendapat apresiasi, khususnya dari diri kita sendiri.

Penulis sangat menyarankan untuk mencatat kegiatan yang akan dan telah kamu lakukan. Tujuannya agar kamu bisa tau dan bisa melacak pekerjaan kamu.

Kamu akan sadar, bahwa mager yang kamu alami ini apakah karena sifat malas atau karena kamu butuh istirahat dari pekerjaan. Ingat, kita perlu istirahat untuk dapat aktif mengisi keseharian kita.

I use Trello🗃

Penulis sendiri menggunakan aplikasi Trello untuk mencatat kegiatan yang penulis lakukan. Penulis akan buat tiga list (Todo, In Progress, dan Done) yang nantinya akan diisi dengan kegiatan yang dilakukan dalam kurun waktu satu bulan.

Kamu bisa coba untuk mulai mencatat kegiatan kamu dalam kurun waktu satu bulan terakhir, boleh pada Trello atau pada buku. Pastikan untuk selalu mencatat semua kegiatan kamu, baik itu kegiatan besar atau kecil. Pada akhir bulan, kamu akan bisa lihat, berapa banyak pekerjaan yang belum kamu selesaikan dan berapa banyak pekerjaan yang sudah kamu selesaikan.

Punya catatan seperti ini akan menjadi mood booster ketika kamu lelah dan istirahat dari kegiatan kamu. Kamu akan lebih termotivasi untuk melakukan pekerjaan kamu dan bisa lebih menikmati waktu untuk istirahat sebagai reward atas pekerjaan kamu.

Self awarding sangat penting.

Di dunia ini kita dituntut menjadi baik oleh orang-orang disekitar kita, tetapi kita kurang mendapat reward atas pencapaian kita.

Mark those words!

Kita tidak perlu menyenangkan orang-orang di sekitar kita, karena itu hal yang tidak mungkin. Pilih lingkungan yang baik menurut kita dan jangan terlalu menghiraukan apa kata orang lain.

YOLO.

Tidur yang Cukup!🛌

Tidur merupakan salah satu kegiatan yang paling penting bagi manusia. Sebagian besar manusia menghabiskan waktu 1/3 dari total masa hidupnya untuk tidur.

Dibalik tidur, banyak manfaat yang bisa didapatkan bagi tubuh. Sebagian besar ingatan jangka panjang (Katya dan William: 2012) dibentuk pada saat tidur, sehingga tidur yang cukup merupakan salah satu syarat untuk dapat memiliki ingatan dan belajar sesuatu dengan efektif.

Selain itu, tidur setidaknya 7 jam sehari dapat membantu meningkatkan ingatan, metabolisme, dan mengurangi kelelahan mental (Eugene dan Jolanta: 2015).

woman sleeping on bed under blankets
Photo by Gregory Pappas on Unsplash

Berdasarkan sumber di atas, tidur merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat digantikan. Kamu tidak bisa menggantikan tidur dengan kopi atau power nap, tidur di malam hari merupakan kebutuhan wajib.

Kamu akan bisa merasakan sendiri bagaimana efek tidur terhadap mood dan juga kreativitas kamu sehari-hari. Penulis biasanya tidur jam 9/10 malam dan bangun jam 5 pagi (7-8 jam sehari), sehingga di pagi hari penulis lebih semangat dan memiliki mood yang lebih baik.

4 hour of sleep is worse

Kemarin lalu, penulis memiliki kegiatan yang sangat padat. Penulis harus melakukan pekerjaan kantor yang sudah dua hari belum selesai dan harus melakukan interview di kampus. Waktu itu penulis tidur jam 11 malam dan bangun jam 3 pagi (tidur 4 jam😴).

Pagi harinya, penulis sama sekali tidak fokus, pekerjaan penulis tidak selesai dan penulis juga tidak ikut interview. Akhirnya, pada pagi harinya penulis melanjutkan tidur, karena tetap beraktivitas pun tidak akan bisa karena tidak fokus.

A good night sleep is a way to have a good day life.

Mager Produktif😎

Well, what if we can be mager but still productive?

Bisa dong! Beberapa kegiatan yang penulis lakukan saat mager:

  1. Nonton film sambil belajar bahasa.
  2. Baca meme sambil relate dengan pelajaran (IG: bad_science_jokes, scihub.it, stolen_physics_chemistry_memes, awreceh.id).
  3. Anime berbau pendidikan, seperti Hataraku Saibou.
  4. Drama bertema dokter, seperti The Good Doctor atau House MD.
  5. Nonton channel pendidikan dari creator yang menarik, seperti Physics Girl, Mark Rober, TedED, Vsauce, Veritasium, GreatScott.
  6. Baca artikel di Medium.
  7. Main game, penulis suka Minecraft

In the end, penulis hanya bisa sharing, kamulah yang bisa memilih bagaimana memanfaatkan waktumu dengan lebih baik.

Referensi

  1. Potkin, Katya Trudeau, dan William E. Bunney Jr. “Sleep Improves Memory: The Effect of Sleep on Long Term Memory in Early Adolescence.” PLOS ONE, vol. 7, no. 8, 07 Agu 12, hlm. e42191. PLoS Journals, doi:10.1371/journal.pone.0042191.
  2. Eugene, Andy R., dan Jolanta Masiak. “The Neuroprotective Aspects of Sleep.” MEDtube science, vol. 3, no. 1, Maret 2015, hlm. 35–40.