Plin-Plan Sistem Penilaian SBMPTN 2018📚

Hari ini (Selasa, 8 Mei 2018) peserta SBMPTN telah menyelesaikan ujian SBMPTN di panloknya masing-masing. Dengan maraknya berita yang beredar mengenai perubahan sistem penilaian SBMPTN, banyak peserta yang gencar mencari informasi mengenai bagaimana sistem penilaian SBMPTN dan mencari strategi terbaik untuk menghadapinya.

Ditengah-tengah pelaksanaan SBMPTN 2018, sebuah berita yang diterbitkan oleh laman Antaranews berujudul “Peserta SBMPTN jangan kosongkan jawaban”. Berita ini tentu saja membuat peserta SBMPTN 2018 geleng-geleng kepala karena ditengah-tengah proses pelaksanaan SBMPTN 2018, berita baru mengenai sistem penilaian tiba-tiba memaksa peserta SBMPTN untuk mengubah strateginya dalam sekejap.

Berita Jangan Mengosongkan Jawaban SBMPTN 2018

Lihat pos oleh MasukKampus:

https://www.instagram.com/p/Big7S04lTHf

Berita tersebut baru diterbitkan pukul 09.48 WIB yang mana peserta SBMPTN sedang melakukan ujian. Sontak setelah ujian selesai, banyak peserta yang merasa dikecewakan karena sistem yang plin-plan ini.

Tetapi kembali lagi pada konsep penilaian menggunakan Item Response Theory (IRT), sistem ini menggunakan pembobotan skor soal sesuai dengan karakteristiknya, jadi jawaban atau respon peserta ujian yang akan menentukan karakteristik setiap soal. Lalu bagaimana dengan SBMPTN 2018 yang katanya jangan dibiarkan kosong?

Klarifikasi Isi Berita dengan Sumber Ilmiah

Sistem penilaian menggunakan IRT sengaja dirancang untuk menangani respon peserta yang tidak menjawab. Artinya mau soal tersebut dijawab atau tidak, impilkasinya pasti ada[1]. Bagaimana dengan isi berita yang mengatakan bahwa jangan membiarkan isi jawaban SBMPTN kosong?

“Kami tegaskan tahun ini sangat beda dengan tahun lalu. Jangan ada soal yang tidak dijawab karena takut salah dan dapat nilai minus satu,” kata Nasir di Singaraja, Bali, Selasa.

“Ini tidak adil, kalau minus satu itu merugikan anak-anak kita. Saya minta diubah sistem penilaiannya,” kata Nasir usai meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

Nah, pada pernyataan Bapak Natsir tersebut, ia menyatakan bahwa jangan takut mengisi soal, bukan mewajibkan untuk mengisi semua soal. Miskonsepsi ini terjadi karena judul artikel yang sedikit salah yang tidak menyimpulkan isi dari pernyataan Bapak Natsir dengan baik. Kembali lagi pada dua artikel sebelumnya, yaitu Perubahan pada Sistem Penilaian SBMPTN 2018 dan Bongkar Teori Respon Butir SBMPTN 2018, pada kedua artikel tersebut sudah dijelaskan dengan sangat rinci bagaimana sistem IRT yang digunakan pada SBMPTN 2018.

Bisa dikatakan bahwa artikel tersebut lebih mengarah pada click-bait dan kita sebagai pembaca harus lebih bijak dalam menerima informasi. Ditelaah lebih menyeluruh dari beberapa sumber agar mendapat jawaban yang lengkap. Jika Anda mengikuti strategi SBMPTN, Anda telah menggunakan strategi terbaik dalam SBMPTN 2018 ini. Perbanyak doa semoga Tuhan memberikan yang terbaik.

Referensi

  1. doug.numbers. 2014. How Can I Handle Missing Values When Fitting IRT Model (https://stats.stackexchange.com/a/91948). Diakses 8 Mei 2018.
  2. Purnamawati, Desi. 2018. Peserta SBMPTN Jangan Kosongkan Jawaban (https://www.antaranews.com/berita/707937/peserta-sbmptn-jangan-kosongkan-jawaban). Diakses 8 Mei 2018.
  3. MasukKampus. 2018. https://www.instagram.com/p/Big7S04lTHf/?hl=id&taken-by=masukkampus. Diakses 8 Mei 2018.